Kamis, 29 Januari 2015

Review Pertandingan Atletico Madrid vs Barcelona

     Bumi Indonesia 29/01/2015 Duel Atletico Madrid versus Barcelona pada leg kedua Copa del Rey di Vicente Calderon, Rabu (28/1/2015) malam waktu setempat atau Kamis (29/1) dini hari WIB berlangsung sangat seru & penuh drama. Lima gol berhasil diciptakan plus satu kartu merah dibabak pertama, kemudian ada satu kartu merah pada babak kedua, yang membentuk Atletico mengakhiri laga menggunakan sembilan pemain.

     Serunya pertandingan itu berakhir menggunakan skor 3-2 yang menghasilkan Barca berhak maju ke semifinal untuk menghadapi pemenang antara Getafe dan Villareal. Barca melaju ke semifinal dengan agregat 2-4 karena Barcelona menang dengan skor 1-0 di Camp Nou.

     Gol pertama dicetak oleh Fernando Torres pada menit ke-1, Tidak berlangsung lama sekitar 8 menit kemudian Neymar berhasil menyamakan Gol berkat umpan matang yang diberikan oleh Luiz Suarez Sedangkan gol kedua Athletico Madrid dicetak oleh Raul Garcia pada menit ke-30 melalui penalty akibat pelanggaran Javier Mascherano terhadap Juanfran dan pada menit ke 38 Barcelona lagi lagi berhasil menyamakan kedudukan melauli gol bunuh diri dari Joao Miranda yang salah mengantisipasi bola hasil sundulan kepala Sergio Busquets dan 3 menit kemudian Neymar benar benar menjadi mimpi buruk bagi tim tuan rumah karena golnya menjadikan papan skor menjadi 2-3 untuk keunggulan Barcelonaketika menjelang babak kedua kartu merah diberikan kepada Gabi Garcia.

     Dan pada akhirnya pun Barcelona menang dengan agregat 2-4 karena pada pertemuan pertama gol semata wayang dari Messi tidak mampu dibalas oleh Arda Turan cs.

Banjir Telah Merendam Sawah di Oku



    
Bumi Nusantara, 29/01/15 Puluhan hektar sawah di Kabupaten Oku, Sumatera Selatan terendam banjir, hal ini dikarenakan hujan atau cuaca buruk yang terus menimpa Kabupaten Oku, Sumatera Selatan.


     Hal ini menyebabkan kerugian yang cukup tinggi bagi petani hal ini dikarenakan ketinggian banjir mencapai 50-70 cm. Petani tidak dapat menanggulangi banjir tersebut dikarenakan tidak ada saluran pembuangan air, dan bisa dipastikan jika banjir tidak surut dalam dua hari petani akan mengalami gagal panen.


     Dalam satu hektar para petani mengalami kerugian 1 hingga 3 juta rupiah. Dan saat ini kondisi petani rata - rata sudah kehabisan modal dikarenakan telah kemari telah mengalami musim kemarau dan di awal tahun 2015 ini sawah mereka harus terendam banjir.


     Para petani mengharapkan bantuan dari pemerintah berupa bibit tanaman agar petani dapat menekan kerugian yang sawahnya harus terendam banjir.

Nelayan Bengkulu Dilarang Menggunakan Trawl atau Pukat Harimau



     Bumi Nusantara, 29/01/15 Lanal Bengkulu akan serius menindak lanjuti nelayan yang menangkap ikan menggunakan trowl dalam kegiatan mencari ikan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti sudah memberikan peraturan yang melarang penggunaan trawl atau pukat harimau.


     Anggota patroli dari TNI AL Bengkulu terus  mensosialisasikan peraturan yang diberikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan diberikan tenggang waktu untuk para nelayan hingga bulan Februari , dan pada bulan Februari tidak boleh ada nelayan yang menggunakan trawl atau pukat harimau dan jika hingga batas tenggang waktu berakhir masih ada nelayan yang menggunakan trawl ataupun pukat harimau maka para nelayan akan menerima sanksi berupa kapalnya akan diledakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan

Waspada Apel Berbakteri



     Bumi Nusantara, 29/01/2015 Meski Kementrian Perdagangan telah melarang penjualan apel impor asal Amerika yang diduga tercemar bakteri listeria monocytogenesnamun sejumlah pedagang di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara masih menjual apel jenis ini.

Pedagang Buah Apel Di Pasar Gambir, Tebing Tinggi, Sumut
     Dipasar Gambir Kota Tebing Tinggi pedagang masih menjual apel jenis Granny Smith padahal apel berwarna hijau tersebut merupakan jenis apel yang diduga tercemar bakteri listeria monocytogenes dan telah dilarang peredarannya sejak dua hari lalu.

     Pedagang mengaku tidak tahu adanya larangan tersebut namun hingga kini masih belum ada sosialisasi dari dinas terkait.

     Merebaknya kabar mengenai apel yang tercemar bakteri listeria monocytogenes belum mempengaruhi penjualan apel di Kota Tebing Tinggi, pedagang mengaku penjualan apel masih stabil seperti hari – hari biasanya.